Puncak Pusunge, yang berada di Kampung Pusunge, Kecamatan Tabukan Utara, tak bisa dipungkiri menyimpan potensi wisata mengagumkan. Tak pelak, lokasi ini sering dijadikan sebagai spot wisata bagi para pecinta olahraga paralayang. Karena itu, masyarakat meminta pemerintah, melalui Dinas Pariwisata Sangihe, mengaktifkan puncak ini sebagai spot paralayang. “Dua tahun lalu, banyak atlet paralayang nasional yang sudah pernah terjun dari Puncak Pusunge dan mendarat di Kota Tahuna. Kesan mereka, puncak ini merupakan salah satu spot paralayang terbaik yang ada di Indonesia,” kata David.

Atas rekomendasi dari para atlet, maka bupati tahun 2014 lalu, telah me-launching Puncak Pusunge sebagai spot baru untuk olahraga paralayang. “Kami mengharapkan dinas teknis kembali menseriusi penataan spot paralayang yang ada di Puncak Pusunge. Dengan menyediakan peralatan untuk paralayang seperti parasut. Sebab atletnya sudah ada tiga orang yang pernah dilatih Pemkab Sangihe di Bogor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jefri Tilaar SE ME, ketika konfirmasi menyambut baik usulan tersebut. “Sayang kalau tempat yang memiliki pemandangan indah, tidak dikembangkan. Karena itu, di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, kita akan menganggarkan pengadaan paralatan paralayang seperti parasutnya,” ujar Tilaar.

Nantinya parasut ini, akan diserahkan kepada atlet yang sudah dilatih Pemkab Sangihe di Bogor. “Supaya ketika ada tamu, maupun warga lokal yang ingin menikmati pemadangan Kota Tahuna dari udara bisa tandem naik paralayang,”  jelasnya. Menurutnya, olahraga paralayang akan menjadi salah satu daya tarik guna mengembangan industri pariwisata kabupaten. “Apalagi Dinas Kelautan dan Perikanan juga sudah mendatangkan olahraga air seperti banana boat, rolling dunat dan flying fish di Teluk Tahuna,” tandasnya.