Sangihe – Kepala Lindongan I Pulau Kawio Harto Andaria ketika dikonfirmasi di penginapan mereka, dirinya mengatakan, bahwa mereka sudah terjebak kurang lebih dua minggu karena tidak ada kapal. Dan ada beberapa masyarakat yang
sakit karena tidur hanya beralaskan tikar.

“Sejak tanggal 5 kami tinggal di tempat ini karena menunggu kapal. Karena tujuan kami kesini untuk belanja keperluan natal. Namun karena terlalu lama disini sehingga logistik kami juga hampir habis,” katanya.

Dia menjelaskan, memang sudah ada beberpa masyarakat memaksakan diri untuk pulang dengan menggunakan perahu Pamboat meskipun sangat beresiko, apalagi cuaca dibulan Desember kurang baik.

“Kami berharap agar pihak terkait kiranya cepat menangani hal ini agar kami bisa pulang dan melakukan aktivitas kami kembali dan menyambut hari natal dan tahun baru dengan keluarga,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Frans G. Porawouw ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kapal sabuk Nusantara 38 tidak dapat berlayar karena kapal tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga mengakibatkan terlantarnya para penumpang.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sulut telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan tentang angkutan alternatif yang bisa mengangkut para penumpang untuk dapat merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *