Sangihe, — Terkait dengan pelaksanaan upacara adat Tulude yang rutin dilakukan setiap tanggal 31 Januari tahun berjalan, Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten induk wajib menggelarnya pada tanggal tersebut.

Dengan kata lain, daerah lainnya yang juga akan menggelar Tulude dapat menyesuaikan pada tanggal yang lain selain tanggal 31 Januari. Hal ini dikatakan Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Jabes E. Gaghana,SE.ME belum lama ini.

Menurut Bupati, diupayakan hanya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menggelar Tulude pada tanggal 31 Januari, merupakan bentuk penghargaan terhadap Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten induk sekaligus untuk lebih memfokuskan makna Tulude sebagai agenda adat yang pelaksanannya setiap tanggal 31 Januari.

”Kita tahu ada daerah lain juga yang menggelar Tulude selain Kab.Kepl.Sangihe, namun untuk lebih menghormati budaya dan keberadaan Sangihe sebagai Kabupaten induk, pada tanggal 31 Januari akan terfokus di Sangihe. Dan daerah lain yang akan melaksanakannya dapat mengambil tanggal yang lain,”ungkap Bupati.

”Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Daerah lain di Sulut yang juga akan menggelar Tulude, agar mereka tidak mengambil tanggal 31 Januari untuk menggelar acara dimaksud,” Kata Bupati

Sementara itu Pemkab Sangihe dan Badan Adat tengah mematangkan persiapan Tulude sekaligus dengan peringatan HUT Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ke – 594.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe Bapak Jeffry S. Tilaar,SE mengatakan, untuk perayaan Upacara Adat Tulude Tahun 2019 maupun HUT Daerah akan dipusatkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.

Ditambahkanya juga, kepastian kedua event tahunan dimaksud tentunya sudah melalui berbagai pembahasan dan koordinasi serta rapat pemerintah daerah bersama Badan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Sudah dua kali dilaksanakan rapat bersama Badan Adat, dan menentukan pelaksanaan kedua event tersebut digelar tanggal 31 Januari 2019. Bahkan berbagai persiapan sudah dimantapkan kareana akan diisi dengan berbagai acara adat, seperti pementasan kesenian daerah dan pesta rakyat” .

(enal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *